Hotot: Salah Satu Aplikasi Twitter Client di Linux

Twitter adalah sebuah situs web yang dimiliki dan dioperasikan oleh Twitter Inc., yang menawarkan jaringan sosial berupa mikroblog sehingga memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan yang disebut tweets. Tweets adalah teks tulisan hingga 140 karakter yang ditampilkan pada halaman profil pengguna. Tweets bisa dilihat oleh umum, namun pengirim dapat membatasi pengiriman pesan ke daftar teman-teman mereka saja. Pengguna dapat melihat tweets penulis lain yang dikenal dengan sebutan follower (pengikut). (sumber: wikipedia Indonesia).

Kebetulan saat ini saya juga memiliki akun twitter. Saya tertarik untuk mencoba menggunakan aplikasi twitter client yang bisa berjalan dengan cepat dan ringan di desktop yang saya gunakan saat ini yaitu linux mint 9 isadora. Memang pada linux mint 9 telah disetakan gwibber, namun saya kurang menyukainya dikarenakan tampilan antar muka yang kurang menarik menurut saya. Setelah bertanya-tanya kepada juragan hamid saya mendapat referensi berbagai macam aplikasi twitter client diantaranya: TweetDeck dan Destroy Twitter. Saya juga mencoba aplikasi seperti: Twitux, Gtwitter dan Qwit.

Hingga saya akhirnya membaca sebuah artikel di omgbuntu yang membahas tentang sebuah aplikasi twitter client yang bernama Hotot. Saya pun mencoba memasangnya.

Langkah-langkah pemasangannya:

$ sudo add-apt-repository ppa:hotot-team

$ sudo apt-get update

$ sudo apt-get install hotot

Akhirnya saya mendapatkan Hotot versi 0.9.6 dengan nama kode Ada. Setelah terpasang ternyata penggunaannya cukup mudah, ringan, dan memiliki tampilan yang sederhana dan menarik.

Aplikasi ini sangat layak untuk Anda coba.

Jangan lupa follow twitter saya: @noerch

Referensi:

situs Hotot
wikipedia Indonesia
omgbuntu

Tangkapan Layar:

hotot 00

hotot

hotot 01

hotot

hotot 02

hotot

hotot 03

hotot

hotot 04

hotot

hotot 06

hotot

Memasang LibreOffice pada Linux Mint 9

LibreOffice adalah paket untuk menangani kebutuhan perkantoran yang dikembangkan oleh Yayasan The Document Foundation menggunakan OpenOfice.org sebagai basisnya. Sebenarnya Libreoffice merupakan kelanjutan proyek dari proyek OpenOffice.org yang kini dipegang oleh perusahaan raksasa Oracle, karena SUN yang dulunya menaungi proyek tersebut telah diakuisisi oleh Oracle. Dari segi penampilan dan fitur hampir sama dengan OpenOffice.org.

Distro-distro linux terbaru saat ini umumnya memaketkan LibreOffice sebagai aplikasi untuk menangani kebutuhan perkantoran. Beberapa distro yang memaketkan LibreOffice yang pernah saya coba yaitu: OpenSuse 11.4, Ubuntu 11.04 dan Linux Mint 11 RC.

Saya masih menggunakan Linux Mint 9 “Isadora” sebagai OS default di komputer saya dan saya ingin mengganti OpenOffice.org yang telah dipaketkan dengan LibreOfiice dikarenakan menurut saya waktu loading LibreOffice lebih cepat. Berikut ini cara memasang LibreOffice di Linux Mint 9 menggantikan OpenOffice.org, kita dapat menggunakan lumbung (repository) Ubuntu 10.04 karena basis Linux Mint 9 adalah Ubuntu 10.04:

1. Buka terminal
2. Hapus OpenOffice.org

$ sudo apt-get purge openoffice*.*

3. Update repo

$ sudo add-apt-repository ppa:libreoffice/ppa

$ sudo apt-get update

4. Pasang LibreOffice

$ sudo apt-get install libreoffice

5. Pasang peluncur (launcher) pada menu

$ sudo apt-get install libreoffice-gnome

Tangkapan Layar:

splash

splash screen LibreOffice

fitur

fitur LibreOffice

about

about

peluncur

peluncur

Mengembalikan Google Sebagai Pencari Default Pada Firefox 4

Kadang kita menemui aplikasi Mozilla Firefox 4 (kebetulan saya menggunakan Firefox versi 4) yang mesin pencariannya telah diubah (entah karena Firefox tersebut versi bundling atau akibat dari kita menginstal suatu aplikasi pada komputer kita).

Sebagai contoh dalam Firefox 4 yang saya gunakan pada Linux Mint 9. Jika kita mengetikan sesuatu pada bar alamat maka hasil pencarian yang ditampilkan adalah hasil pencarian yang telah dikustom oleh Linux Mint.

Sebagai contoh jika pada bar alamat kita mengetikkan : buku gambar

Maka hasilnya terlihat sebagai berikut:

mint search

Terlihat ribet bukan???

Untuk mengatasi agar pencarian tersebut memberikan hasil pencarian dari google.com yang asli maka kita bisa menggunakan cara sebagai berikut:

1. Pada adress bar ketikan alamat about:config

mint search 02

2. Akan muncul peringatan “This might void your warranty!” klik saja I’ll be careful, I promise!

3. Pada kolom filter ketikkan: keyword.url

mint search 03

4. Muncul keyword.url lalu klik kanan pilih modify kemudian isikan : http://www.google.com/search?lr=&ie=UTF-8&oe=UTF-8&q=

mint search 04

5. Tutup Firefox dan jalankan Firefox lagi

Selamat mencoba. Semoga bermanfaat.

Google Chrome di Linux

Berhubung keterbatasan sumber daya memori, saya mencari alternatif web browser yang ringan untuk linux mint saya. Saya pun mencoba memasang google chrome yang terkenal ringan. Saya mengunduhnya di http://www.google.com/chrome?platform=linux

Untuk memasang pada linux mint dibutuhkan libdnss3-1d yang tersedia di repository.

Hasilnya chrome dapat terpasang dan berjalan lancar, ringan, meski masih versi beta untuk linux tapi sudah cukup stabil menurut saya.

chrome

MENAMPILKAN EFEK COMPIZ GLORIA

Fungsi compiz memang hanya pemanis dalam tampilan desktop. Namun bagi saya sebagai pemula linux, efek tersebut terlihat menarik. Ketika saya menginstal Linux Mint 7 Gloria pada laptop saya Acer 5315 (VGA Intel 965 on-board) muncul masalah yaitu ketika hendak menjalankan compiz (dengan cara klik kanan pada desktop dan pilih: Change Background Desktop lalu Visual Effect) muncul pesan: “desktop efect could not be enabled”.

desktop effect

compiz01

Awalnya saya berpikir mungkin hardware pada laptop saya yang sudah ketinggalan, tapi kenapa dulu saat memakai Lunux Mint Felicia, efek compiz bisa berfungsi dan berjalan dengan baik. Setelah saya utak-atik pernah juga muncul pesan: “driver not found”.

Akhirnya saya berpikir bagaimana untuk “memaksa” agar compiz gloria dapan berjalan pada laptop saya. Pertama saya berpikir bagaimana untuk melewati check hardware. Saya mencoba dengan cara membuat pengaturan agar SKIP CHECKS = Yes kemudian letakkan pengaturan tersebut pada folder: .config

Langkah-langkah detailnya sebagai berikut:
buka terminal dan ketikan
=> $ mkdir ~/.config/compiz
=> $ touch ~/.config/compiz/compiz-manager
=> $ echo “SKIP_CHECKS=yes” | tee -a ~/.config/compiz/compiz-manager
Tanda $ tidak perlu dituliskan karena itu hanya menandakan saya menggunakan akun user biasa.

Kemudian saya coba mengaktifkan compiz dan ternyata berhasil, laptop saya dapat menampilkan efek-efek compiz.

compi02

compiz03

Cara tersebut juga dapat dicoba pada distro Ubuntu maupun BlankOn.

Perhatian: cara tersebut terkesan agak memaksa hardware. sehingga bila muncul kerusakan dan kerugian akibat mencoba trik ini bukan menjadi tanggung jawab saya.