KATYA : Kemudahan yang Menyatu dengan Keindahan

Clement Lefebvre mengumumkan rilis final Linux Mint 11 pada 26/05/2011 waktu setempat. Distribusi linux peringkat kedua versi distrowatch (pada waktu ini) hadir dengan nama kode KATYA, diambil dari nama gadis dari bahasa Rusia yang berarti ‘pure’ atau asli, natural. Katya hadir untuk komputer 32-bit dan 64-bit. Adapun pengemasannya berwujud DVD dan CD dengan perbedaan yaitu versi DVD hadir dengan membawa codec multimedia dan paket aplikasi yang lebih banyak dibandingkan versi CD.

Distro yang berorientasi untuk kemudahan pengguna akhir ini selalu hadir dengan keindahan tampilannya tak terkecuali pada versi 11 ini. Masih menggunakan tema desktop seperti pada versi 10 yaitu Mint-X-Metal namun untuk wallpaper sudah disertakan pula wallpaper kreasi dari pro9 studio yang indah. Mint 11 kompatibel dengan Ubuntu 11.04 Natty Narwhal sehingga dapat ditambahkan aplikasi dari lumbung Ubuntu 11.04. Meski turunan Ubuntu 11.04 namun tidak serta merta mengikuti perubahan yang dibawa Ubuntu, misalkan saja pada Ubuntu 11.04 menggunakan Unity sebagai desktop bawaan, namun Katya hadir dengan tetap mempertahankan keaslian Mint yaitu dengan desktop Gnome tradisional dengan start menu khas Mint. Seperti versi sebelumnya pemasangan Mint 11 juga sangat mudah dan cepat dengan melalui live instaler.

Mint 11 membawa perubahan dibanding versi sebelumnya, diantaranya:

  • splash screen yang hanya berwana hitam kosong, dengan cara ini waktu booting menjadi lebih singkat.
  • overlay scrollbar, seperti Ubuntu 11.04, Mint 11 juga menggunakan overlay scrollbar.
  • terdapat pilihan format pada klik kanan untuk disk yang telah ter-mount.
  • pilihan klik kanan pada ikon tray sudah menyatu dengan klik kiri.
  • banshee menggantikan rhythmbox sebagai pemutar musik bawaan, ikon banshee dapat diatur menyatu dengan ikon suara pada tray bar.
  • libreoffice menggantikan fungsi OpenOffice.org sebagai aplikasi untuk menangani kebutuhan perkantoran.
  • gwibber tidak disertakan
  • terdapat pengaturan untuk menampilkan atau menyembunyikan fortune pada saat kita menjalankan terminal.
  • layout tombol dapa diatur seperti gaya Mac atau Tradisonal.
  • pengenalan hardware yang lebih bagus, dapat mengenali modem yang saya gunakan, zte dengan provider CDMA Smart.

Kekurangan yang saya temui: ukuran ikon untuk tab favorite pada start menu ternyata tidak dapat diubah ukurannya.

Tangkapan layar:

mint 11 desktop

desktop bawaan

start menu

start menu

tema

tema

pengaturan layout tombol

pengaturan layout tombol

pengaturan fortune

pengaturan fortune

banshee

ikon banshee yang menyatu dengan ikon suara

klik kiri pada tray bar

klik kiri pada tray bar

klik kiri pada tray bar

klik kiri pada tray bar

pengaturan ukuran ikon favorit

pengaturan ukuran ikon favorit

Mint 11 “Katya” RC Telah Dirilis

Clem pada 9/5/2011 (waktu setempat) mengumumkan dalam situs resmi linux mint bahwa Linux Mint 11 dengan nama kode Katya versi Release Candidate (RC) telah dirilis. Melalui versi RC ini diharapkan dapat menemukan kutu (bug) yang kemudian diberikan perbaikan sehingga pada saat terbit versi rilis finalnya kelak menjadi lebih baik.

Seperti yang kita ketahui distro turunan Ubuntu ini selalu hadir dengan tampilan desktop yang elegan dan siap pakai. Meskipun menggunakan basis Ubuntu 11.04 namun Katya tidak menyertakan launcher unity yang menjadi ciri khas dari Ubuntu 11.04. Katya tetap hadir dengan launcher khas Mint seperti pada edisi-edisi sebelumnya. Mungkin inilah alasan Mint menggunakan kode nama Katya yang diambil dari bahasa Rusia yang berarti pure atau asli, Katya hadir dengan tetap menggunakan ciri asli Mint.

Sambil menunggu rilis resmi Linux Mint 11, saya berharap semoga Clem dan timnya bisa memoles ikan paus legendaris “Natty Narwhal” menjadi gadis jelita KATYA.

Tangkapan layar (screenshot) sengaja tidak saya sertakan agar para pembaca penasaran dan mencoba versi RC ini.

Bagi yang tertarik mencoba bisa mengunduh dengan link yang disediakan di sini,
atau bisa juga mengkopi dvd-nya yang saya telah saya miliki.

Referensi : http://blog.linuxmint.com/?p=1752

Ubuntu 11.04 Dengan Shell Desktop Unity

Ubuntu 11.04 yang dirilis pada 28 April 2011 waktu setempat memberikan wajah baru yang berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya. Versi baru dari distribusi Linux yang menduduki peringkat teratas di distrowatch ini (per 30 April 2011) diberi nama kode “Natty Narwhal”. Versi ini oleh tim penggembangnya diklaim menggunakan teknologi perangkat lunak terbuka yang terbaru dan terbesar. Melalui versi ini mereka menyatakan bahwa open source menjadi berkualitas tinggi dan mudah digunakan.

Ubuntu 11.04 mendukung laptop, desktop dan netbook dengan tampilan dan nuansa terpadu berdasarkan shell desktop baru bernama ‘Unity’. Unity menjadi sesi desktop default. Ciri khas Unity mempunyai launcher yang memiliki banyak fitur yang diantaranya adalah drag n drop serta pengurutan ikon launcher. Mendukung penuh navigasi keyboard, aktivasi shortcut dengan keyboard, penggunaan menu cepat dengan klik kanan dan perpindaan window aplikasi yang sedang berjalan semakin mudah. Launcher akan secara otomatis tersembunyi ketika ada aplikasi yang menyentuh bagian launcher atau apabila kita menjalankan aplikasi dan me-maximize window sehingga tidak menggagu aplikasi yang kita jalankan. Ubuntu 11.04 menerapkan penggunaan global menu yaitu jika sebuah aplikasi dibuka dalam sebuah jendela, Menu bar aplikasi tidak lagi akan ada bersama jendela aplikasi tersebut, melainkan akan otomatis berarti di panel navigasi bagian atas layar. Mirip dengan yang ada pada OS Mac. Kita juga tidak akan menemui klik kanan pada ikon-ikon yang terdapat pada menu bar, dikarenakan telah menjadi satu dengan klik biasa. Fitur Dash dapat diaktifkan dengan mengklik logo Ubuntu di pojok kiri atas layar atau dgn menekan tombol Windows yang fungsinya mirip Universal search di Windows 7, saat kita mengetik di dash maka secara otomatis akan menampilkan daftar nama file dan applikasi yang ada namanya mengandung frase yang sama dengan apa yang kita ketikan.

Ubuntu 11.04 menyertakan LibreOffice sebagai aplikasi perkantoran menggantikan OpenOffice yang telah lebih dahulu menemani pada edisi-edisi sebelumnya. Banshee menjadi aplikasi pemutar musik bawaan yang telah dapat mengenali apabila dihubungakan dengan perangkat iPod. Firefox versi 4 telah disematkan sebagai peramban web bawaan.

Nilai lebih lainnya adalah Natty Narwhal mampu mengenali beberapa perangkat keras dengan baik. Sebagai contoh modem CDMA ZTE 2726i saya dapat langsung dikenali dan digunakan. Selain itu kemudahan instalasi dan adanya versi live selalu menjadi ciri dari distro ini. Bagi pengguna Ubuntu 10.10 dapat menguprade ke versi ini tanpa menginstal ulang dari awal.

Beberapa tangkapan layar:

ubuntu 11.04 desktopdesktop ubuntu pada sesi live cd

ubuntu 11.04 dashmenu dash

ubuntu 11.04 klikklik biasa

PCLinuxOS 2010: mewah dan mudah

Pada tanggal 20 April 2010 PCLinuxOS merilis versi 2010. Distro berbasis rpm turunan Mandriva yang defaultnya menggunakan desktop KDE (namun saat rilis juga dirilis yang versi Gnome Desktop, Gnome ZenMini Desktop, LXDE Desktop, XFCE Desktop, Enlightenment Desktop – silakan dipilih mana desktop favorit Anda :-D ), terkenal dengan tampilannya yang mewah nanmun tetap tidak terlalu memerlukan sumber daya yang besar dan terbukti berjalan baik pada PC Celeron saya. Pada PCLinux 2010 ini menggunakan kernel 2.6.32.11 (tidak overheat saat digunakan, karena dulu sewaktu banyak distro menggunakan kernel 2.6.31.XX pada PC saya sering mengalami overheat – mungkin PC saya yang sudah terlampau uzur :-D )  , desktop KDE versi 4.4.2 yang sudah stabil dan mudah di-custom, mampu mengenal perangkat wifi atheros dengan baik dan menggunakan network applet  yang mudah digunakan.

Kemudahan penggunaan distro ini karena menggunakan live-cd untuk instalasi, juga karena menggunakan paket rpm yang sangat banyak dan mudah dicari, juga tersedianya repositori lokal seperti repo ugos dan repo kambing. Pemasangan aplikasi juga dipermudah dengan menggunakan synaptic. pengguna juga tidak direpotkan dengan codec multimedia karena sudah dibawakan dalam paket ini.

Beberapa aplikasi yang disetakan dalam paket ini diantaranya:

Internet:
Firefox 3.6.3
Pidgin 2.6.6
Choqok
Kget
Thunderbird
Xchat-IRC
Umtsmon: mengenali perangkat modem 3G
KTorent
Kblutooth

Grafis:
GIMP
digiKam
ImageMagick
Ksnapshot
Gwenview

Game game kecil dan ringan

Multimedia:
Amarok
Floola
Imagination
SMPlayer
TVtime Television Viewer

Office:
Okular

Berikut ini tampilan PCLinuxOS 2010 yang masih standar pada PC saya:

pclos2010

pclos2010

Untuk memasang OpenOfice.org terbaru juga sudah terdapat aplikasi GetOpenOffice yang tinggal di-klik saat terhubung dengan internet.

Link server lokal untuk mendownload iso cd PCLinuxOS 2010 (bisa pilih desktop apa): ugos ugm

Untuk membaca review dari salah seorang ahli open source : disini

Linux Mint Gloria Lebih Terasa Mint-nya

Setelah diberi tahu oleh Mas Hamid (27 Mei 2009 – petang WIB) bahwa Linux Mint 7 dengan nama kode Gloria sudah rilis, saya langsung mendownload yang Main Edition (biar tidak repot download codec multimedianya) dan lumayan pas dapat akses yang cepat. Setelah berhasil download iso-nya saya langsung burn dan coba jalankan LiveCDnya. Saya tidak lama menjalankan liveCD nya karena saya sudah percaya LinuxMint bagus (subjektif mode: ON).

Langsung saja saya Instal di PC Celeron saya , instalasinya mudah karena berbasis  tampilan grafis, setelah 20 menitan udah terinstall. Inilah beberapa hasil tangkapan layar yang saya peroleh:

gloria01Tampilan default desktop yang lebih hijau dibanding Mint Felicia, Lebih seger yang Gloria kan? Lebih terasa mint-nya

Gloria02

Beberapa plikasi internet yang telah disertakan: Firefox 3.0.10, Pidgin, X-IRC (menggantikan GNOME IRC yang dipasang pada Felicia), Giver, BitTorrent, Mozilla Thunderbird.

Gloria03

Beberapa aplikasi pengolah grafis yang diseiakan: GIMP dan Open Office Draw

Gloria04

Untuk aplikasi perkantoran sudah disertakan OpenOffice versi 3 secara lengkap

Gloria05

Untuk menikmati hiburan multimedia sudah tersedia MPlayer, Rhythmbox, Totem lengkap dengan codec multimedia yang lazim kita gunakan

Cukup lengkap khan aplikasinya? Sudah begitu Mint Gloria yang main edition enteng (hanya menggunakan sedikit memori RAM) juga memiliki tampilan yang nyaman dipandang dan telah disertakan compiz buat menambah efek pada desktop. Karena berbasis Ubuntu Jaunty maka kita bisa menggunakan repository dari Jaunty.

Meskipun Linux Mint turunan dari Ubuntu namun ada perbedaan yang mencolok yaitu : Mint is green no brownies….

Jika ingin mencoba dan mengkopi masternya silahkan hunbungi saya atau Mas Hamid.

DreamLinux Desktop Edition versi 3.5: Menjadi SuperUser Tanpa Memerlukan Password

DreamLinux 3.5 distro turunan dari debian yang defaultnya menggunakan XFCE desktop adalah distro yang ringan, stabil dan memiliki tampilan yang manis. Paket aplikasi yang disertakan sudah cukup lengkap untuk ukuran distro menengah. Terdapat fasilitas untuk remastering distro maupun membuat USB FlashDisk-Live.

Untuk package management telah disertakan synaptic bagi yang tidak menyukai perintah-perintah di shell. Yang menjadi pertanyaan ketika hendak melakukan instalasi, remove, ataupun update dengan menggunakan synaptic kenapa tidak ditanyakan password superuser (root) padahal saya login menggunakan user biasa. Tidak hanya sampai disitu saja, ketika saya mencoba men-depackage paket instalasi deb yang saya miliki, saya menuliskan perintah pada shell : $ dpkg -i [nama_paket].deb hasilnya memang tidak bisa dieksekusi, namun ketika saya menambahkan perintah sudo (menjadi superuser) : $ sudo dpkg -i [nama_paket].deb perintah tersebut dapat dieksekusi dan  paket terinstall dalam  komputer tanpa memerlukan password superuser.

dl3.5-1

dl3.5-1

dl3.5-3

Aneh, mungkin pembuatnya berpikiran untuk mempermudah user mengakses dan mendapatkan hak-hak istimewa superuser, namun bila sistem operasi ini diinstall pada komputer publik (umum) tentu berbahaya, karena seorang yang hanya memiliki akun sebagai user biasa dapat mengubah-ubah system tanpa perlu mengetahui password superuser.

PCLinuxOS 2009

Lama tidak merilis OS sejak tahun 2007 akhirnya di tahun 2009 mengeluarkan produk OS terbarunya PCLinuxOS 2009. Mendengar berita tersebut saya ingin mencoba dikarenakan kata teman-teman yang pernah memakai OS ini stabil, bagus, ringan dan sudah disertakan codec multimedianya (tinggal pakai :) :. Dikarenakan saya tidak mempunyai koneksi internet yang bagus, saya berusaha mendapatkan CD instalasi PCLinuxOS 2009 dengan cara mengcopy di gedung ugos ugm (promosi mode: on). Proses copy cd berlangsung cepat, dilayani dengan ramah, biayanya juga murah hanya sekedar mengganti ongkos cd dan biaya bakar cd.

Setelah mendapatkan cd instalasi PCLinuxOS kemudian saya hidupkan komputer saya, saya buat partisi baru untuk menginstalnya menggunakan gparted (aplikasi partisi editor mudah digunakan dan dapat diandalkan), kemudian saya restart dan jalankan LiveCD PCLinuxOS. Tampilan awalnya keren, dominan biru. Di saat distro lain telah menggunakan desktop KDE 4, PCLinuxOS justru hadir dengan tetap mempertahankan desktop KDE 3.5 pada defaultnya. Menurut saya KDE 3.5 juga lebih stabil daripada KDE 4.1 (saya pernah mencoba di openSUSE 11.1). Menurut beberapa referensi, Desktop KDE 4 juga disediakan dalam repositori PCLinuxOS. Saya coba lihat aplikasi yang sudah disertakan dan membuka beberapa format file yang saya miliki. Karena menurut saya bagus kemudian saya instal di komputer saya. Instalasinya mudah karena menggunakan instalasi berbasis grafis.

Inilah beberapa screenshot dari PCLinuxOS 2009:

pclos2009-1

pclos2009-2

Beberapa aplikasi yang disertakan:

  • Office : OpenOffice3, KPDF
  • Multimedia : MPlayer, Kaffein, Amarok, K3B, DeVeDe
  • Internet : Firefox 3.0.7, Kopete, X-Chat IRC, Mozilla Thunderbird
  • Grafis : GIMP 2.6.4

Beberapa game kecil juga telah disertakan

Cukup lengkap kalau sekedar untuk kebutuhan komputer rumah seperti saya. Meskipun tampilannya cukup mewah dan telah disertakan efek desktop namun PClinuxOs ini tidak terlalu memerlukan sumber daya komputer dengan spesifikasi terlalu tinggi, saya sudah mencoba menjalankannya di komputer pentium III.

Tertarik ingin mencoba silahkan kunjungi site nya PCLinuxOS lalu download (jika mempunyai koneksi internet yang bagus) atau mampir ke ugos ugm buat copy masternya atau juga bisa hubungi saya :)

CRUNCHBANG LINUX: SI HITAM YANG RINGAN

CrunchbangLinux versi 8.10.02 adalah paket Linux berbasis Ubuntu 8.10. Mungkin masih asing di telinga kita tentang distro dan nama paket ini. Ketika saya dipinjami Live CD nya oleh bocahmiring saya langsung run CD tersebut di komputer saya. Ternyata paket ini sangat ringan dalam artian hanya membutuhkan komputer dengan spesifikasi yang tidak terlalu tinggi. Pertama kali melihat tampilan run CD saya agak heran juga karena tampilan desktop berikut temanya dominan warna hitam. Paket ini menggunakan desktop jenis Openbox 3.4.7 sebuah lingkungan desktop yang lebih ringan bila dibandingkan dengan KDE ataupun Gnome meskipun dalam hal pengaturan agak lebih rumit.

Setelah puas melihat tampilan desktop saya berkeinginan untuk menginstal CrunchbangLinux pada komputer saya. Jangan heran bila Anda tidak menemukan start menu pada panel bar karena Openbox mirip dengan Xfce yaitu dengan cara klik kanan pada desktop, maka start menu akan muncul. Untuk menginstal tinggal pilih instal pada menu dan proses instalasi relatif mudah karena menggunakan modus grafis. Proses instalasinya sama dengan apabila kita menginstal Ubuntu atau LinuxMint (yang terakhir ini sudah lebih dulu terinstal pada komputer saya). Proses instalasi berlangsung relatif singkat.

Akhirnya Crunchbang Linux berhasil terinstal pada komputer saya. Inilah tampilan desktop standar bawaannya:
crunchbang screenshot

Dominan hitam. Tidak menarik tampaknya :) . Tapi tenang masalah tampilan kan bisa diatur sesuai dengan keinginan kita.

Aplikasi yang disertakan cukup memadahi kalau sekedar untuk pekerjaan mengetik, browsing, menikmati hiburan di komputer kita. Untuk keperluan internet aplikasi yang sudah disertakan diantaranya adalah Firefox 3.0.5 , ClawsMail, Skype, Xchat IRC Client dan Pidgin. Untuk aplikasi grafis paket ini menyertakan GIMP, Inkscape, Gpic View dan Cheese yang sudah dapat mengenali webcam pada computer saya. Untuk aplikasi Multimedia, menurut saya paket standarnya yang disertakan sudah lebih dari dari sekedar cukup dan menurut saya ini menjadi salah satu nilai plus paket ini, aplikasi yang disertakan beberapa diantaranya adalah Rhythmbox untuk memutar file musik, VLC media player untuk memutar file video ataupun streaming, Audacity untuk mengedit atau memainkan file musik. Kino dan Pitivi untuk mengedit video, dan WinFF untuk mengkonversi format file multimedia. Pada aplikasi office memang tergolong sangat minim karena hanya menyertakan Abiword, Gnumeric, Osmo, xCHm dan Evince. Untuk keperluan burning CD atau DVD sudah disertakan aplikasi Xfburn CD/DVD Writer.

Paket ini sangat memudahkan end-user karena codec multimedia yang lazim kita putar sudah secara default disertakan dalam CD instalasinya jadi tidak perlu repot-repot download codec lagi untuk sekedar mendengarkan musik atau menonton video. Namun jika Anda penggemar video dengan format 3gp, Anda akan sedikit kecewa dikarenakan aplikasi VLC bawaanya hanya dapat menampilkan gambar tanpa suara.

Karena berbasis Ubuntu maka kita dapat menggunakan repository Ubuntu untuk update atau menginstal aplikasi maupun library. Untuk package managernya yang berbasis grafis sudah terpasang synaptic yang memudahkan pengguna untuk update, instal atau uninstal aplikasi maupun library.

Secara umum paket ini cocok untuk end-user yang tidak mau repot mendownload beberapa aplikasi maupun library, cocok untuk komputer rumah yang tidak memiliki koneksi internet sekalipun. Paket ini memiliki fungsionalitas penuh dan kecepatan yang bagus. Mampu berjalan pada komputer spesifikasi rendah. Memiliki aplikasi grafis dan multimedia yang mumpuni.

Kekurangan pada paket ini menurut saya adalah mengapa pada file manager bawaan yaitu PCMan File Manager 0.5 tidak ada pilihan : “remove to trash” (saya yang belum menemukan atau memang benar-benar tidak ada karena baru pertama kali saya menggunakan PCMan File Manager), jadi ketika saya menghapus file, file tersebut langsung benar-benar terhapus tanpa mampir dulu di trash, sehingga harus berhati-hati ketika menghapus file. Untuk mengatasi masalah tersebut saya menginstal Thunar File Manager yang menurut saya lebih familiar. Ada yang bisa membantu saya supaya pada PCMan File Manager bawaan Crunchbang terdapat pilihan “remove to trash”?

Untuk informasi mengenai Crunchbang linux kunjungi http://crunchbanglinux.org
Untuk meminjam CD installer Crunchbang dapat menghubungi bocahmiring :)