MENAMPILKAN EFEK COMPIZ GLORIA
Fungsi compiz memang hanya pemanis dalam tampilan desktop. Namun bagi saya sebagai pemula linux, efek tersebut terlihat menarik. Ketika saya menginstal Linux Mint 7 Gloria pada laptop saya Acer 5315 (VGA Intel 965 on-board) muncul masalah yaitu ketika hendak menjalankan compiz (dengan cara klik kanan pada desktop dan pilih: Change Background Desktop lalu Visual Effect) muncul pesan: “desktop efect could not be enabled”.

Awalnya saya berpikir mungkin hardware pada laptop saya yang sudah ketinggalan, tapi kenapa dulu saat memakai Lunux Mint Felicia, efek compiz bisa berfungsi dan berjalan dengan baik. Setelah saya utak-atik pernah juga muncul pesan: “driver not found”.
Akhirnya saya berpikir bagaimana untuk “memaksa” agar compiz gloria dapan berjalan pada laptop saya. Pertama saya berpikir bagaimana untuk melewati check hardware. Saya mencoba dengan cara membuat pengaturan agar SKIP CHECKS = Yes kemudian letakkan pengaturan tersebut pada folder: .config
Langkah-langkah detailnya sebagai berikut:
buka terminal dan ketikan
=> $ mkdir ~/.config/compiz
=> $ touch ~/.config/compiz/compiz-manager
=> $ echo “SKIP_CHECKS=yes” | tee -a ~/.config/compiz/compiz-manager
Tanda $ tidak perlu dituliskan karena itu hanya menandakan saya menggunakan akun user biasa.
Kemudian saya coba mengaktifkan compiz dan ternyata berhasil, laptop saya dapat menampilkan efek-efek compiz.


Cara tersebut juga dapat dicoba pada distro Ubuntu maupun BlankOn.
Perhatian: cara tersebut terkesan agak memaksa hardware. sehingga bila muncul kerusakan dan kerugian akibat mencoba trik ini bukan menjadi tanggung jawab saya.
Linux Mint Gloria Lebih Terasa Mint-nya
Setelah diberi tahu oleh Mas Hamid (27 Mei 2009 – petang WIB) bahwa Linux Mint 7 dengan nama kode Gloria sudah rilis, saya langsung mendownload yang Main Edition (biar tidak repot download codec multimedianya) dan lumayan pas dapat akses yang cepat. Setelah berhasil download iso-nya saya langsung burn dan coba jalankan LiveCDnya. Saya tidak lama menjalankan liveCD nya karena saya sudah percaya LinuxMint bagus (subjektif mode: ON).
Langsung saja saya Instal di PC Celeron saya , instalasinya mudah karena berbasis tampilan grafis, setelah 20 menitan udah terinstall. Inilah beberapa hasil tangkapan layar yang saya peroleh:
Tampilan default desktop yang lebih hijau dibanding Mint Felicia, Lebih seger yang Gloria kan? Lebih terasa mint-nya

Beberapa plikasi internet yang telah disertakan: Firefox 3.0.10, Pidgin, X-IRC (menggantikan GNOME IRC yang dipasang pada Felicia), Giver, BitTorrent, Mozilla Thunderbird.

Beberapa aplikasi pengolah grafis yang diseiakan: GIMP dan Open Office Draw

Untuk aplikasi perkantoran sudah disertakan OpenOffice versi 3 secara lengkap

Untuk menikmati hiburan multimedia sudah tersedia MPlayer, Rhythmbox, Totem lengkap dengan codec multimedia yang lazim kita gunakan
Cukup lengkap khan aplikasinya? Sudah begitu Mint Gloria yang main edition enteng ( hanya menggunakan sedikit memori RAM ) juga memiliki tampilan yang nyaman dipandang dan telah disertakan compiz buat menambah efek pada desktop. Karena berbasis Ubuntu Jaunty maka kita bisa menggunakan repository dari Jaunty.
Meskipun Linux Mint turunan dari Ubuntu namun ada perbedaan yang mencolok yaitu : Mint is green no brownies….
Jika ingin mencoba dan mengkopi masternya silahkan hunbungi saya atau Mas Hamid.
DreamLinux Desktop Edition versi 3.5: Menjadi SuperUser Tanpa Memerlukan Password
DreamLinux 3.5 distro turunan dari debian yang defaultnya menggunakan XFCE desktop adalah distro yang ringan, stabil dan memiliki tampilan yang manis. Paket aplikasi yang disertakan sudah cukup lengkap untuk ukuran distro menengah. Terdapat fasilitas untuk remastering distro maupun membuat USB FlashDisk-Live.
Untuk package management telah disertakan synaptic bagi yang tidak menyukai perintah-perintah di shell. Yang menjadi pertanyaan ketika hendak melakukan instalasi, remove, ataupun update dengan menggunakan synaptic kenapa tidak ditanyakan password superuser (root) padahal saya login menggunakan user biasa. Tidak hanya sampai disitu saja, ketika saya mencoba men-depackage paket instalasi deb yang saya miliki, saya menuliskan perintah pada shell : $ dpkg -i [nama_paket].deb hasilnya memang tidak bisa dieksekusi, namun ketika saya menambahkan perintah sudo (menjadi superuser) : $ sudo dpkg -i [nama_paket].deb perintah tersebut dapat dieksekusi dan paket terinstall dalam komputer tanpa memerlukan password superuser.



Aneh, mungkin pembuatnya berpikiran untuk mempermudah user mengakses dan mendapatkan hak-hak istimewa superuser, namun bila sistem operasi ini diinstall pada komputer publik (umum) tentu berbahaya, karena seorang yang hanya memiliki akun sebagai user biasa dapat mengubah-ubah system tanpa perlu mengetahui password superuser.
PCLinuxOS 2009
Lama tidak merilis OS sejak tahun 2007 akhirnya di tahun 2009 mengeluarkan produk OS terbarunya PCLinuxOS 2009. Mendengar berita tersebut saya ingin mencoba dikarenakan kata teman-teman yang pernah memakai OS ini stabil, bagus, ringan dan sudah disertakan codec multimedianya (tinggal pakai
:. Dikarenakan saya tidak mempunyai koneksi internet yang bagus, saya berusaha mendapatkan CD instalasi PCLinuxOS 2009 dengan cara mengcopy di gedung ugos ugm (promosi mode: on). Proses copy cd berlangsung cepat, dilayani dengan ramah, biayanya juga murah hanya sekedar mengganti ongkos cd dan biaya bakar cd.
Setelah mendapatkan cd instalasi PCLinuxOS kemudian saya hidupkan komputer saya, saya buat partisi baru untuk menginstalnya menggunakan gparted (aplikasi partisi editor mudah digunakan dan dapat diandalkan), kemudian saya restart dan jalankan LiveCD PCLinuxOS. Tampilan awalnya keren, dominan biru. Di saat distro lain telah menggunakan desktop KDE 4, PCLinuxOS justru hadir dengan tetap mempertahankan desktop KDE 3.5 pada defaultnya. Menurut saya KDE 3.5 juga lebih stabil daripada KDE 4.1 (saya pernah mencoba di openSUSE 11.1). Menurut beberapa referensi, Desktop KDE 4 juga disediakan dalam repositori PCLinuxOS. Saya coba lihat aplikasi yang sudah disertakan dan membuka beberapa format file yang saya miliki. Karena menurut saya bagus kemudian saya instal di komputer saya. Instalasinya mudah karena menggunakan instalasi berbasis grafis.
Inilah beberapa screenshot dari PCLinuxOS 2009:


Beberapa aplikasi yang disertakan:
- Office : OpenOffice3, KPDF
- Multimedia : MPlayer, Kaffein, Amarok, K3B, DeVeDe
- Internet : Firefox 3.0.7, Kopete, X-Chat IRC, Mozilla Thunderbird
- Grafis : GIMP 2.6.4
Beberapa game kecil juga telah disertakan
Cukup lengkap kalau sekedar untuk kebutuhan komputer rumah seperti saya. Meskipun tampilannya cukup mewah dan telah disertakan efek desktop namun PClinuxOs ini tidak terlalu memerlukan sumber daya komputer dengan spesifikasi terlalu tinggi, saya sudah mencoba menjalankannya di komputer pentium III.
Tertarik ingin mencoba silahkan kunjungi site nya PCLinuxOS lalu download (jika mempunyai koneksi internet yang bagus) atau mampir ke ugos ugm buat copy masternya atau juga bisa hubungi saya
CRUNCHBANG LINUX: SI HITAM YANG RINGAN
CrunchbangLinux: si Hitam yang Ringan
CrunchbangLinux versi 8.10.02 adalah paket Linux berbasis Ubuntu 8.10. Mungkin masih asing di telinga kita tentang distro dan nama paket ini. Ketika saya dipinjami Live CD nya oleh bocahmiring saya langsung run CD tersebut di komputer saya. Ternyata paket ini sangat ringan dalam artian hanya membutuhkan komputer dengan spesifikasi yang tidak terlalu tinggi. Pertama kali melihat tampilan run CD saya agak heran juga karena tampilan desktop berikut temanya dominan warna hitam. Paket ini menggunakan desktop jenis Openbox 3.4.7 sebuah lingkungan desktop yang lebih ringan bila dibandingkan dengan KDE ataupun Gnome meskipun dalam hal pengaturan agak lebih rumit.
Setelah puas melihat tampilan desktop saya berkeinginan untuk menginstal CrunchbangLinux pada komputer saya. Jangan heran bila Anda tidak menemukan start menu pada panel bar karena Openbox mirip dengan Xfce yaitu dengan cara klik kanan pada desktop, maka start menu akan muncul. Untuk menginstal tinggal pilih instal pada menu dan proses instalasi relatif mudah karena menggunakan modus grafis. Proses instalasinya sama dengan apabila kita menginstal Ubuntu atau LinuxMint (yang terakhir ini sudah lebih dulu terinstal pada komputer saya). Proses instalasi berlangsung relatif singkat.
Akhirnya Crunchbang Linux berhasil terinstal pada komputer saya. Inilah tampilan desktop standar bawaannya:

Dominan hitam. Tidak menarik tampaknya
. Tapi tenang masalah tampilan kan bisa diatur sesuai dengan keinginan kita.
Aplikasi yang disertakan cukup memadahi kalau sekedar untuk pekerjaan mengetik, browsing, menikmati hiburan di komputer kita. Untuk keperluan internet aplikasi yang sudah disertakan diantaranya adalah Firefox 3.0.5 , ClawsMail, Skype, Xchat IRC Client dan Pidgin. Untuk aplikasi grafis paket ini menyertakan GIMP, Inkscape, Gpic View dan Cheese yang sudah dapat mengenali webcam pada computer saya. Untuk aplikasi Multimedia, menurut saya paket standarnya yang disertakan sudah lebih dari dari sekedar cukup dan menurut saya ini menjadi salah satu nilai plus paket ini, aplikasi yang disertakan beberapa diantaranya adalah Rhythmbox untuk memutar file musik, VLC media player untuk memutar file video ataupun streaming, Audacity untuk mengedit atau memainkan file musik. Kino dan Pitivi untuk mengedit video, dan WinFF untuk mengkonversi format file multimedia. Pada aplikasi office memang tergolong sangat minim karena hanya menyertakan Abiword, Gnumeric, Osmo, xCHm dan Evince. Untuk keperluan burning CD atau DVD sudah disertakan aplikasi Xfburn CD/DVD Writer.
Paket ini sangat memudahkan end-user karena codec multimedia yang lazim kita putar sudah secara default disertakan dalam CD instalasinya jadi tidak perlu repot-repot download codec lagi untuk sekedar mendengarkan musik atau menonton video. Namun jika Anda penggemar video dengan format 3gp, Anda akan sedikit kecewa dikarenakan aplikasi VLC bawaanya hanya dapat menampilkan gambar tanpa suara.
Karena berbasis Ubuntu maka kita dapat menggunakan repository Ubuntu untuk update atau menginstal aplikasi maupun library. Untuk package managernya yang berbasis grafis sudah terpasang synaptic yang memudahkan pengguna untuk update, instal atau uninstal aplikasi maupun library.
Secara umum paket ini cocok untuk end-user yang tidak mau repot mendownload beberapa aplikasi maupun library, cocok untuk komputer rumah yang tidak memiliki koneksi internet sekalipun. Paket ini memiliki fungsionalitas penuh dan kecepatan yang bagus. Mampu berjalan pada komputer spesifikasi rendah. Memiliki aplikasi grafis dan multimedia yang mumpuni.
Kekurangan pada paket ini menurut saya adalah mengapa pada file manager bawaan yaitu PCMan File Manager 0.5 tidak ada pilihan : “remove to trash” (saya yang belum menemukan atau memang benar-benar tidak ada karena baru pertama kali saya menggunakan PCMan File Manager), jadi ketika saya menghapus file, file tersebut langsung benar-benar terhapus tanpa mampir dulu di trash, sehingga harus berhati-hati ketika menghapus file. Untuk mengatasi masalah tersebut saya menginstal Thunar File Manager yang menurut saya lebih familiar. Ada yang bisa membantu saya supaya pada PCMan File Manager bawaan Crunchbang terdapat pilihan “remove to trash”?
Untuk informasi mengenai Crunchbang linux kunjungi http://crunchbanglinux.org
Untuk meminjam CD installer Crunchbang dapat menghubungi bocahmiring