DreamLinux 3.5 distro turunan dari debian yang defaultnya menggunakan XFCE desktop adalah distro yang ringan, stabil dan memiliki tampilan yang manis. Paket aplikasi yang disertakan sudah cukup lengkap untuk ukuran distro menengah. Terdapat fasilitas untuk remastering distro maupun membuat USB FlashDisk-Live.
Untuk package management telah disertakan synaptic bagi yang tidak menyukai perintah-perintah di shell. Yang menjadi pertanyaan ketika hendak melakukan instalasi, remove, ataupun update dengan menggunakan synaptic kenapa tidak ditanyakan password superuser (root) padahal saya login menggunakan user biasa. Tidak hanya sampai disitu saja, ketika saya mencoba men-depackage paket instalasi deb yang saya miliki, saya menuliskan perintah pada shell : $ dpkg -i [nama_paket].deb hasilnya memang tidak bisa dieksekusi, namun ketika saya menambahkan perintah sudo (menjadi superuser) : $ sudo dpkg -i [nama_paket].deb perintah tersebut dapat dieksekusi dan paket terinstall dalam komputer tanpa memerlukan password superuser.



Aneh, mungkin pembuatnya berpikiran untuk mempermudah user mengakses dan mendapatkan hak-hak istimewa superuser, namun bila sistem operasi ini diinstall pada komputer publik (umum) tentu berbahaya, karena seorang yang hanya memiliki akun sebagai user biasa dapat mengubah-ubah system tanpa perlu mengetahui password superuser.